Basic Training Kahlian Khusus Diving 2022

Day 1 : Keberangkatan

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, yaitu hari keberangkatan lapangan divisi Diving yang terdiri dari 9 peserta, 2 instruktur, 2 rescuer, dan 5 basecamper. Keberangkatan dimulai dengan diadakan upacara keberangkatan yang menandai keberangkatan kegiatan BTKK Diving. Keberangkatan dimulai dari PKM Joglo menuju pantai Kartini, Jepara menggunakan truk dan kemudian menyebrang menuju Pulau Panjang menggunakan kapal, keberangkatan dilaksanakan pada pukul 07.16 WIB dan tiba di Pulau Panjang pada pukul 11.15 WIB. Sesampainya di Pulau Panjang, peserta langsung menuju tempat camp dan langsung membangun camp beserta menata tempat yang telah direncanakan. Seusainya membangun camp, peserta langsung mengadakan pengenalan pulau, yaitu kegiatan berkeliling pulau disambil dengan melihat spot yang akan digunakan untuk diklat di keesokan harinya. Sekembalinya dari dari pengenalan pulau langsung diadakan aktivitas camp, kemudian evaluasi kegiatan di hari pertama, briefing untuk keesokan harinya, dan ditutup dengan tidur.

 

Day 2 : LPT (Latihan Perairan Terbuka)

Hari kedua dimulai dengan dengan sinar sang fajar yang sangat cerah menandakan tidak akan terjadinya hujan, kemudian hembusan angin, dan deburan ombak yang terdengar di setiap saat membuat bertambah nya semangat peserta untuk menjalani kegiatan di hari kedua. Kegiatan dimulai dengan aktivitas camp di pagi hari dilanjutkan dengan melakukan persiapan untuk kegiatan olahraga dan LPT. Selesainya olahraga para peserta, instruktur dan rescuer langsung menuju spot yang telah ditentukan kemarin untuk pelaksanaan LPT. Kegiatan yang dilakukan di LPT meliputi (renang 500m, water trap 1 jam, dan snorkling 1000m). Kegiatan LPT dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh peserta (terkecuali snorkling yang dilakukan berpasangan sesuai dengan yang telah ditentukan ketika LKK) dengan pengawasan oleh instruktur dan rescuer yang standby didekat peserta. Kegiatan LPT selesai dengan cepat, dan untuk mengisi waktu yang lebih diisi dengan diklat survival. Seusai LPT dan diklat yang telah dilaksanakan, maka masuk pada aktivitas camp yang dilanjutkan dengan eval, briefing, dan ditutup dengan tidur. (Hal ditakutkan pun sudah mulai memberikan tanda-tanda)

 

DAY 3 : Gagal

Hembusan angin yang sangat kencang, petir yang saling sahut-sahutan, deburan ombak yang semakin tinggi, arus yang semakin kencang, dan seketika hujan mulai turun dengan begitu deras yang menjadi mimpi buruk untuk seluruh peserta, insturktur, rescuer dan basecamper karena terjadinya suatu peristiwa yang dikenal dengan badai. Hal ini membuat seluruh peserta kebasahan karena menyelamatkan seluruh perlengkapan dan pakaian yang beterbangan. Badai terjadi pada ketika masih terlelap dan seketika langsung terbangunnya seluruh peserta karena badai yang terjadi, dikarenakan hembusan angin yang sangat kencang menyebabnya rubuhnya tempat penyimpanan alat, dapur, jemuran baju yang beterbangan, dan rubuhnya tenda berisikan 6 orang peserta putri. Setelah badai usai, diadakan rapat dadakan untuk membahas keberlangsungan kegiatan yang pada akhirnya setalah dilakukan rapat yang Panjang, dan berdiskusi dengan penduduk setempat mengambil keputusan bahwa kegiatan dibatalkan dan akan langsung kembali ke Semarang. Siang harinya langsung menyebrang ke Pantai Kartini, Jepara, dan langsung kembali menuju PKM Joglo. Kami sampai di PKM Joglo pada malam hari yang dilanjutkan evaluasi harian dan evaluasi keseluruhan kegiatan, mencuci alat dan ditutup dengan istirahat seluruh peserta, instruktur, rescuer, dan basecamper. Kegagalan ini tidak menimbulkan kekecewaan yang berlebih dari setiap peserta, karena akan diadakan kegiatan lanjutan setelah pendivisian yang boleh diikuti lagi oleh setiap AB.

 

Penulis : Muhammad Bayu Husmawan (W-764 Macaca nigra)

Editor : Kanzu Khairon Adli (W-717 Iomys horsfieldii)

Leave a Reply

Your email address will not be published.