KUMPUL DAN LATIHAN BERSAMA MAPALA SE-JATIMDI PARANG TEJO, KAKI GUNUNG BUTHAK

            Sabtu-Minggu (30-31/3/19), Anggota Biasa , Naufal (W-711 Dp) dan Putri (W-708 Dp) melakukan pelatihan Gunung Hutan bersama FKPA Jatim. Kegiatan ini merupakan pelatihan SAR, Navigasi Teknologi, dan PPGD. Kegiatan ini diikuti oleh Pencinta Alam Jawa Timur dan Wapeala.

            FKPA Jatim mengadakan kegiatan ini sebagai wadah latihan Mapala dan terbuka untuk luar Jawa Timur. Hanya membayar biaya pendaftaran Rp.200.000, peserta mendapatkan fasilitas kaos, transportasi, dan konsumsi. Pemateri pada kegiatan latihan yaitu :

  •  PPGD                         : Anwar (PMI Sidoarjo)
  • Navigasi Darat          : Ainul Yakin (TNI AL)
  • Navigasi Teknologi  : Ade Rizki (SAR Surabaya)

           Kegiatan pelatihan SAR merupakan praktek dari semua materi yang telah diberikan oleh pembicara

NAIK KERETA MENUJU MALANG

           Kami naik kereta Tawang Jaya menuju kota Malang dari Semarang (pukul 10.45WIB). Harga tiket yang kami bayar sebesar Rp.103.000, kami sudah bisa pergi ke Malang dengan jarak tempuh kurang lebih 10 jam. Karena aku dan Putri berangkat setelah selesai kuliah, kami memanfaatkan waktu di kereta untuk beristirahat sembari sharing seputar ilmu yang telah kami dapatkan selama berkegiatan Gunung Hutan. Suasana ramai di dalam gerbong, kami menjadi pusat perhatian penumpang karena menggunakan baju PDL serta membawa Carrier.

KAMI BERANGKAT KE PARANG TEJO

            Kami tiba pukul 07.49 WIB di Stasiun Kota Malang. Keluar dari pintu stasiun, aku mencari angkot menuju Terminal. Ternyata, harga sewa satu angkot disana sebesar Rp.50.000, untuk menuju ke lokasi meeting point. Angkot bisa diisi oleh 16 orang penumpang. Terbilang mahal untuk 2 orang, namun murah apabila beramai-ramai untuk wisata di Kota Malang. Supir menunggu di depan pintu keluar, menjemput para pendaki maupun wisatawan.

            “ Sudah biasa mas, kami biasa menunggu di depan stasiun. Kalau hari libur ataupun akhir pekan memang selalu ramai wisatawan, apalagi pendaki. Malang memiliki daya tarik yaitu dikelilingi oleh Gunung sehingga banyak pada pendaki dari luar kota menghabiskan waktu senggang mereka kesini. Bahkan, ada pendaki dari Sumatera lho !” kata Pak Poniti yang angkotnya kami sewa sekaligus menjadi supir, sambil bertanya informasi seputar pariwisata Kota Malang.

            Kami tiba di meeting point dan disambut oleh 2 sedulur dari Jember, sebut saja mereka Hulk dan (Nama Lapangan). Asiklah kami bercerita sebelum panitia menjemput kami untuk menuju ke Parang Tejo.

LATIHAN ASIK BARENG SEDULUR JATIM

Hari Pertama, siang hari

            Aku dan Putri langsung menaruh carrier, para sedulur Mapala Jatim membantu kami mendirikan tenda yang telah kami keluarkan. Kami disambut hangat oleh mereka. Ini membuktikan bahwa persaudaraan antarmapala memang sangat erat.  Setiap lima peserta membentuk satu kelompok. Panitia memberi kami bahan makanan (konsumsi) untuk dimasak per kelompok selama 2 hari. Setelah itu, ada upacara pembukaan, istirahat, dan persiapan untuk materi.

            Hari pertama berisikan materi ruangan, lebih tepatnya di tenda pleton milik panitia. Para peserta sangat antusias mengikuti penjelasan Pak Anwar tentang PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Kami tidak mendapat sekadar materi, namun praktik dan simulasi penanganan korban. Setelah itu berlanjut materi yang disampaikan Mas Ade tentang navigasi teknologi. Teknik in membutuhkan pemahaman tentang dasar-dasar navigasi, sehingga Mas Ade hanya menjelaskan teori saja. Sedangkan, Pak Ainul Yakin menjelaskan materi navigasi darat. Aku kagum pada sedulur Jawa Timur, mereka tidak lelah mengikuti materi ruang, mencatat setiap perkataan pemateri, dan tidak mengantuk sama sekali.

            Tiba-tiba saja terdengar instruksi untuk keluar melakukan praktik SAR Vertikal. Hujan turun rintik demi rintik menjadi deras. Kami naik sedikit dan melipir ke arah jurang. Alat yang digunakan untuk menuruni jurang adalah karmantel, krol atau figure 8, dan zumar, jadi sebenarnya menggunakan Teknik SRT. Semangat peserta tidak luntur, tetap melaksanakan kegiatan dalam keadaan baju basah di bawah derasnya hujan.

Hari pertama, malam hari

             Salah satu panitia menghampiri tenda kami dan berkata “Silahkan setelah makan langsung menuju ke tenda pleton”. Seperti dugaanku, malam ini masih ada materi tambahan tentang Komponen SAR. Tidak hanya belajar materi ,kami belajar melawan rasa ngantuk. Sedikit lelah rasanya akibat hujan di kegiatan sebelumnya.

Hari kedua

              Kami bangun pagi hari pukul 04.00 WIB. Sarapan pagi, kemudian panitia memberi instruksi kepada para peserta bahwa jam 06.00 WIB sudah harus berangkat ke lapangan untuk melakukan SAR berdasarkan titik yang telah diberikan.

              Kami menggunakan teknik penyisiran. Kami menembus beberapa vegetasi, puncak, dan lembah. Pemandangan sungguh indah, kami dikelilingi oleh gunung-gunung besar di Jawa Timur. Ada Gunung Buthak, Semeru, Putri, dll.  Kami berkumpul dahulu setelah sampai di lokasi yang dituju sembari menunggu teman-teman yang belum tiba.

              Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, panitia mempersilahkan peserta beristirahat. Kami berjalan menuju tenda panitia. Tak disangka, kami disambut dengan ular goreng. Ada beberapa yang merasa jijik, namun aku lahap memakannya karena perutku sudah begitu lapar.

           Setelah selesai istirahat, paniti memberi instruksi untuk menyelamatkan korban. Tim dibagi menjadi dua : Tim I melakukan vertikal rescue , Tim II melakukan rescue di tanah datar.

            Kegiatan ini ditutup dengan makan bersasama di dalam tenda panitia di suasana dingin karena hujan. Kami berfoto bersama, membersihkan dan packing alat-alat untuk perjalanan pulang.

                                         Foto pada setelah praktek SAR

                                         Navigasi Darat saat Praktik SAR

                                       Peserta berkumpul saat istirahat

                                          Praktek Materi Vertikal Rescue

                           Praktek Materi PPGD (Kondisi Korban Meninggal)

Penulis   : W-711 Dp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor : W-711 Dendrolagus pulcherrimus , WAPEALA UNDIP